Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2016

Makalah Air Umbrella



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kehujanan? Mungkin di masa depan nanti, daripada membawa payung tradisional yang menggunakan lapisan penahan air, Anda akan mulai membawa sebuah tongkat yang bisa menahan hujan. Salah satu kampanye di platform crowdfunding Kickstarter yang sedang naik daun adalah Air Umbrella. Dikatakan sebagai “payung tak terlihat” oleh foundernya, Air Umbrella akan menggunakan arus angin untuk melindungi Anda dari terpaan hujan.
Hingga saat ini, Air Umbrella telah mendapatkan sorotan media yang cukup besar seperti dari Huffington Post dan Telegraph. Dan kampanyenya telah sukses meraih 722 pendukung, mengumpulkan pendanaan USD 90.000 (Rp 1,1 miliar) dari target USD 10.000 (Rp 120 juta).

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu air umbrella?
2.      Bagaimana versi air umbrella?
3.      Bagaimana air umbrella dikatakan payung masa depan?






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Air Umbrella
Description: payung air umbrella
Payung ini desainnya berubah total – hadir `tanpa atap` – di bagian atasnya menyemburkan udara (angin) deras untuk melindungi pengguna dari air hujan. Air Umbrella atau “payung angin / udara” merupakan invisible umbrella alias payung tak terlihat, yang mengeluarkan aliran udara untuk `melawan` derasnya air hujan. Dengan demikian, saat Anda membuka payung inovatif ini Anda tak akan lagi mengganggu orang di sekitar.
Proyek yang dikembangkan oleh startup yang juga mengatasnamakan dirinya sebagai Air Umbrella ini berharap dapat merevolusi industri payung. Tujuannya adalah untuk merancang payung yang berbeda dari yang lain. Aliran udara pada payung ini akan menyembul ke atas untuk menangkis air hujan.
Mengutip laman Kickstarter, Air Umbrella tersedia dalam tiga varian: versi A memiliki panjang 30 cm, versi B 50 cm, dan versi C 50 hingga 80 cm. Sedangkan untuk masa pakai baterainya, baterai versi A dapat bertahan hingga 15 menit, sementara versi B dan C sekitar 30 menit. harga air Umberella mulai US$ 88 atau Rp 1 jutaan hingga US$ 108 atau sekitar Rp 1,3 juta. Ketika sudah beredar di pasaran, harga Air Umbrella naik menjadi US$ 128 atau Rp 1,5 jutaan hingga US$ 148 atau Rp 1,8 jutaan.
B.     3 Versi Air Umbrella Konsep Air Umbrella
Description: konsep air umbrella
Air Umbrella saat ini tersedia dalam tiga versi:
·         Air Umbrella-A dengan panjang 30cm, berat 500 gram, dan ketahanan baterai 15 menit
·         Air Umbrella-B dengan panjang 50cm, berat 800 gram, dan ketahanan baterai 30 menit
·         Air Umbrella-C dengan panjang 50cm (dapat diperpanjang hingga 80cm), berat 850 gram, dan ketahanan baterai 30 menit

Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-2.jpg
Inikah bentuk payung di masa depan?
Air Umbrella adalah sebuah payung eletronik yang bentuknya memang tidak mirip payung tapi punya fungsi yang sama yaitu supaya anda tidak kehujanan.
Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-1.jpg
Air umbrella menggunakan sebuah mesin di dalamnya yang akan menghasilkan udara (angin) yang cukup kencang yang akan keluar pada bagian yang secara teori akan "menendang" air yang jatuh sehingga air hujan tidak akan mengenai tubuh kita (lihat ilustrasinya di bawah).
Untuk menggerakan mesin yang ada, Air Umbrella menggunakan baterai yang diklaim bisa digunakan selama 30 menit dan diklaim juga bisa digunakan untuk dua orang tetapi tergantung intensitas hujan dan seberapa besar orang yang berada di bawah payung elektronik ini.
Satu-satunya yang patut dibanggakan dengan Air Umbrella hanya terlihat keren karena orang pasti berdecak kagum tapi di lain sisi, bisa dibayangkan ketika hujan dan akan menggunakannya ternyata baterainya habis.
Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-3.jpg
Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-4.jpg
Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-5.jpg
Description: http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2014/10/air-umbrella-6.jpg



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Air umbrella menggunakan sebuah mesin di dalamnya yang akan menghasilkan udara (angin) yang cukup kencang yang akan keluar pada bagian yang secara teori akan "menendang" air yang jatuh sehingga air hujan tidak akan mengenai tubuh kita (lihat ilustrasinya di bawah).
Untuk menggerakan mesin yang ada, Air Umbrella menggunakan baterai yang diklaim bisa digunakan selama 30 menit dan diklaim juga bisa digunakan untuk dua orang tetapi tergantung intensitas hujan dan seberapa besar orang yang berada di bawah payung elektronik ini.
Satu-satunya yang patut dibanggakan dengan Air Umbrella hanya terlihat keren karena orang pasti berdecak kagum tapi di lain sisi, bisa dibayangkan ketika hujan dan akan menggunakannya ternyata baterainya habis.

B.     Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka penulis mohon kritik dan saran guna perbaikan untuk masa yang akan datang.



DAFTAR PUSTAKA

https://indocropcircles.wordpress.com/2013/11/26/peralatan-canggih-yang-merubah-dunia/


Kamis, 17 November 2016

Makalah Advokasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 telah ditetapkan tujuan pembangunan kesehatan pada tahun 2014 adalah meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) menjadi 72 tahun, menurun­nya Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup, menurun­nya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup, dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi < 15%. Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu upaya Ke­menterian Kesehatan RI guna mencapai tujuan pembangunan kesehatan mela­lui RPJMN 2010-2014 dan mendukung pencapaian Millenium Development Goals(MDGs) tahun 2015.
Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak sangat erat kaitannya dengan upaya pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan di fasilitas kese­hatan, upaya peningkatan status gizi ibu, bayi dan balita, dan upaya peningkatan cakupan imunisasi bagi ibu hamil dan bayi. Peran promosi kesehatan dalam meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangatlah penting, melalui upaya promosi kesehatan yang berkesinambungan akan tumbuh kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat akan penting­nya perilaku sehat seperti pemeriksaan kehamilan secara rutin, melahirkan di fasilitas kesehatan, ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi, ibu memberikan ASI kepada bayinya, dan ibu membawa bayinya untuk diimunisasi.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian integral daripelayanan kesehatan.Setiap dekade fungsi puskesmas terus berkembang yang semulasebagai tempat untuk pengobatan penyakit dan luka-luka kini berkembang kearahkesatuan upaya pelayanan untuk seluruh masyarakat yang mencakup aspek promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian puskesmas ?
2.      Apakah fungsi dari puskesmas ?
3.      Bagaimanakah sejarah puskesmas ?
4.      Dimanakah wilayah kerja puskesmas ?
5.      Bagaimana struktur organisasi dan tata kerja puskemas ?
6.      Bagaimana stratifikasi puskesmas ?
7.      Bagaimana perncanaan mikro puskesmas ?
8.      Bagaimana lokakarya mini di puskesmas ?
9.      Bagaimana supervisi puskesmas ?
10.  Bagaimana sistem pencatatan dan pelayanan terpadu puskesmas ?




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yangbertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pusat Kesehatan Masyarakat adalah satu kesatuan organisasi fungsionil yanglangsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatuwilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok (Azwar, 1999)
Di Indonesia Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan tulang punggung pelayanankesehatan tingkat pertama dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatudaerah dengan jumlah penduduk 30.000 - 50.000 jiwa (Entjang, 2000).Puskesmas adalahsalah satu alternatif utama dalam pemilihan pelayanan kesehatan, tetapi sampai saat inipemanfaatan pelayanan puskesmas masih rendah.

B.     Fungsi Puskesmas
1.      Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2.      Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat
3.      Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama, yang terdiri atas  pelayanan kesehatan individu dan pelayanan kesehatan masyarakat.

C.    Sejarah Perkembangan Puskesmas
Sejarah dan perkembangan puskesmas di Indonesia mulai dari didirikannya berbagai institusi kesehatan seperti balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak, serta diselenggarakannya berbagai upaya-upaya kesehatan seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masing-masinh berjalan sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951) dr. J. Leimena mencetuskan pemikiran mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien.
Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Konsep pelayanan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan team work dan team approach dalam pelayanan kesehatan (1956). Gagasan ini dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di setiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970.Penggunaan istilah puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strenghtening National Health Service in Indonesia Tahun 1969. Dalam dokumen tersebut disebutkan puskesmas terdiri atas 3 tipe puskemas (tipe A, tipe B, tipe Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke III tahun 1970 menetapkan hanya ada satu tipe puskesmas dengan 6 kegiatan pokok. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan pemerintah serta keinginan program ditingkat pusat, sehingga kegiatan berkembang menjadi 18 kegiatan pokok, bahkan DKI Jakarta mengembangkan menjadi 21 kegiatan pokok.

D.    Wilayah Kerja Puskesmas
Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW). Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

E.     Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban masing – masing puskesmas. Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut:
1.      Kepala puskesmas
2.      Wakil Kepala (disesuaikan beban kerja dan  kebutuhan puskesmas dan yang menetapkan ada atau tidak adalah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota).
3.      Unit tata usaha
Unit tata usaha yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan :
1.      Data dan informasi
2.      Perencanaan dan penilaian
3.      Keuangan
4.      Umum dan kepegawaian

Unit pelaksana teknis fungsional puskesmas:
1.      Upaya kesehatan masyarakat termasuk pembinaan terhadap UKBM
2.      Upaya kesehatan perorangan

Jaringan pelayanan puskesmas :
1.      Unit puskesmas pembantu
2.      Unit puskesmas keliling
3.      Unit bidan di Desa/Komunitas

Tugas Struktur Organisasi Puskesmas
1.      Kepala Puskesmas
Bertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional.
2.      Kepala urusan tata usaha
Bertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan.
3.      Unit I
Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi.
4.      Unit II
Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana.
5.      Unit III
Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
6.      Unit IV
Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
7.      Unit V
Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.
8.      Unit VI
Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap
9.      Unit VII
Melaksanakan kegiatan kefarmasian.

Tata Kerja Puskesmas
Tata kerja koordinasi fungsional, adalah sebagai berikut:
1.      Antara Puskesmas dengan RSU dalam bidang pelayanan medic
2.      Antara Puskesmas dengan Camat dan Badan Penyantun Puskesmas dalam bidang pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan.

F.     Stratifikasi Puskesmas
1.      Pengertian
Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsi  puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah.

2.      Tujuan
§  Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan puskesmas dalam rangka mawas diri
§  Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dalam waktu mendatang
§  Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinaan lebih lanjut

3.      Pengelompokan Stratifikasi
Pengelompokan Strata dibagi menjadi 3
§  Strata I Puskesmas dengan Prestasi kerja Baik (warna hijau)
§  Strata II Puskesmas dengan Prestasi kerja Cukup (warna kuning)
§  Strata III Puskesmas dengan Prestasi kerja Kurang(warna merah)

4.      Sasaran dari stratifikasi puskesmas adalah :
§  Puskesmas tingkat kecamatan
§  Puskesmas tingkat Kelurahan ( puskesmas pembantu )
§  Unit-unit kesehatan lain
§  Pembinaan peran serta masyarakat

G.    Perencanaan Mikro
1.      Pengertian
Perencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.

2.      Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi puskesmas sehingga meningkatkan fungsi puskesmas.

3.      Tujuan Khusus
§  Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun secara tertulis.
§  Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai penjabaran rencana kerja 5 tahunan.

4.      Langkah dalam penyusunan
§  Identifikasi keadaan dan masalah
§  Penyusunan Rencana

5.      Perencanaan yang disusun berdasarkan preoritas masalah yang disusun secara sistematis.
§  Penyusunan Rencana Pelaksanaan ( Plan of Action )
§  Penulisan dokumen
§  Pendahuluan
§  Keadaan dan masalah
§  Tujuan dan sasaran
§  Pokok kegiatan dan pentahapan
§  Kebutuhan sumber daya
§  Pemantauan dan penilaian
§  Penutup

H.    Lokakarya Mini Puskesmas
1.      Definisi
Upaya untuk menggalang kerjasama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan rencana yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatannya.

2.      Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dengan tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral.

3.      Tujuan Khusus
§  Terlaksananya kerjasama tim lintas program
§  Terlaksananya kerjasama lintas sektoran dalam rangka pembinaan PSM
§  Terlaksananya rapat kerja bulanan
§  Terlaksananya rapat kerja triwulan dan pembinaan kerjasama lintas Sektoral

4.      Ruang lingkup
§  Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota
§  Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim

5.      Komponen
§  Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas
§  Penggalangan kerjasama lintas sektoral
§  Rapat kerja bulanan puskesmas
§  Rapat kerja triwulan lintas sektoral

I.       Supervise Puskesmas
1.      Pengertian
Upaya pengarahan dengan cara mendengar alasan dan keluhan-keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.

2.      Tujuan Umum
Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdayaguna.

3.      Tujuan Khusus
Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan pedoman    pelaksanaan
§  Kekeliruan dan penyimpangan dapat diluruskan
§  Meningkatkan mutu pelayanan
§  Meningkatkan hasil pencapaian puskesmas
§  Meningkatkan hasil pencapaian pelayanan puskesmas





J.      Sistem Pencatatan dan Pelayanan Terpadu Puskesmas
1.      Pengertian
adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.

2.      Tujuan   :
a.       Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakhir
b.      Terlaksananya pelaporan data-data secara teratur di berbagai jenjang administrasi sesuai dengan peraturan  yang berlaku
c.       Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diperbagai tingkat administrasi

3.      Ruang Lingkup
a.       SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
b.      Pencatatan dan pelaporan mencakup :
§  Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
§  Data ketenagaan di puskesmas
§  Data Sarana yang dimiliki puskesmas
§  Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik didalam gedung maupun diluar gedung.

4.      Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan, tribulanan, semester dan tahunan)






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Puskesmas dan Pustu sangat berperan penting dalam meningkatkan akses peningkatan pelayanan kesehatan yang merata, seperti pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan kelarga dan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi; pelayanan kesehatan perorangan (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).
 Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi Kuratif (pengobatan), Preventif (upaya pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), dan Rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Di Indonesia Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan tulang punggung pelayanankesehatan tingkat pertama dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatudaerah dengan jumlah penduduk 30.000 - 50.000 jiwa (Entjang, 2000).Puskesmas adalahsalah satu alternatif utama dalam pemilihan pelayanan kesehatan, tetapi sampai saat inipemanfaatan pelayanan puskesmas masih rendah.

B.     Saran
Melihat dari sisi pelayanan kesehatan masyarakat utamanya dalam pelayanan di pustu penulis menyarankan agar peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya tenaga medis agar dapat menyeluruh ke pelosok daerah yang terpencil, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat merata. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman maupun pembaca






DAFTAR  PUSTAKA

Adisasmito Wiku. 2007. Sistem Kesehatan . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005-2009. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Profil Kesehatan Indonesia 2003 Menuju Indonesia Sehat 2010.Jakarta.